Rumah terasa sesak? Dinding sekat di mana-mana, cahaya susah masuk, udara pengap, ditambah suara TV anak-anak yang sesekali memecah konsentrasi. Gangguan privasi antar ruang semacam ini lumrah menjadi masalah sehari-hari. Nah, di sinilah rumah open space menjadi solusi cerdas.
Kali ini DELUTION akan membagikan 11 inspirasi desain yang bisa mengubah hunian di kawasan urban menjadi lebih lapang dan nyaman.
Apa Itu Rumah Open Space?
Rumah Open Space adalah Desain yang terbebas dari sekat ini mengusung tata ruang yang membagi zona fungsi secara visual namun terasa lapang. Beda dengan rumah tradisional yang penuh sekat pembatas, konsep open space lebih mengedepankan interaksi antar area.
Misalnya, dapur bisa langsung terhubung dengan ruang makan, sementara ruang keluarga menyambung ke area santai.
Adapun transisi visual diciptakan lewat perabot, karpet, atau pencahayaan guna membedakan satu zona dari yang lain. Elemen utamanya adalah zona fungsional yang saling berinteraksi, seperti dapur yang berhadapan dengan ruang makan, atau ruang keluarga yang menyatu dengan area kerja.
Manfaat Rumah Open Space untuk Hunian Modern
Mengapa desain rumah open space kini menjadi favorit? Pasalnya ada sejumlah keuntungan yang langsung terasa begitu Anda menerapkannya di hunian.
1. Ruang Terasa Lebih Luas
Tanpa dinding pembatas, tekanan visual berkurang drastis. Alhasil, persepsi luas bertambah meski ukuran fisik tak berubah. Ini sangat relevan dengan rumah kecil minimalis di perkotaan yang lahannya terbatas. Tak hanya itu, layout terbuka pun memberi kesan lapang dan leluasa.
2. Cahaya dan Ventilasi Lebih Maksimal
Dengan meniadakan sekat, cahaya natural dari jendela bisa masuk lebih dalam ke seluruh sudut ruang. Udara pun bergerak lebih bebas, sehingga menciptakan sirkulasi udara yang sehat. Hasilnya adalah hunian yang terang dan segar sepanjang hari.
3. Interaksi Keluarga Lebih Hangat
Area bersama menjadi lebih inklusif dan mengundang interaksi. Orang tua bisa memasak sambil mengawasi anak bermain atau mengerjakan PR. Rumah nyaman pun tercipta berkat kedekatan yang terjalin secara natural dalam open plan seperti ini.
4. Fleksibilitas Ruang
Tak hanya itu, adaptasi fungsi ruang juga menjadi mudah sesuai kebutuhan. Butuh bekerja dari rumah? Tinggal geser meja ke sudut ruang keluarga. Furniture bisa berpindah dengan bebas, melintasi ruang yang terbuka dari dinding. Fleksibilitas ini sangat mendukung gaya hidup modern yang dinamis.
5. Nilai Estetika Modern
Tata ruang seperti ini selaras dengan gaya minimalis, industrial, atau Scandinavian yang sedang populer. Tampilan bersih dan rapi langsung terasa begitu Anda melangkah masuk ke dalam rumah open space minimalis.
Area Rumah yang Paling Cocok untuk Konsep Open Space
Adapun penerapan model rumah open space paling efektif di beberapa area berikut:
- Ruang tamu dan ruang keluarga sebagai zona sosial yang menyatu memberi kesan ramah dan terbuka.
- Ruang makan dan dapur yang menjadi living-dining-kitchen yang terintegrasi menjadi pusat aktivitas keluarga.
- Koridor pendek ke ruang tengah yang mengoptimalkan sirkulasi dan menghilangkan area mati.
- Ruang multifungsi berupa family hub, play area, atau ruang kerja yang fleksibel.
Di samping itu, pertimbangkan juga mengenai sirkulasi antar area supaya akses selalu lancar.
Sebagai catatan, privasi senantiasa penting. Artinya, kamar tidur dan kamar mandi masih membutuhkan sekat demi kenyamanan penghuninya. Karena bagaimanapun keseimbangan antara keterbukaan dan privasi adalah kunci dari rumah open space sederhana yang fungsional.
11 Ide Rumah Open Space Modern ala DELUTION
Berikut ini adalah inspirasi contoh rumah open space yang bisa Anda terapkan sesuai kebutuhan dan ukuran hunian Anda.
1. Studio Open Living
Satu ruang utama menyatukan ruang tamu, dapur, dan ruang makan menjadi satu kesatuan harmonis. Island kitchen sendiri berfungsi sebagai titik fokus sekaligus pembatas natural dengan area makan.
Sedangkan sofa berfungsi sebagai batas visual antara area living dan dining. Konsep rumah open space seperti ini cocok untuk hunian compact.
2. Family Hub Multifungsi
Ruang kerja dan ruang belajar anak menyatu dengan ruang keluarga dalam satu area terbuka. Rak terbuka menjadi zonasi yang praktis sekaligus elemen dekoratif. Anda bisa tetap produktif sambil menemani keluarga.
3. Dapur dan Ruang Makan
Dinding dapur dihapus total, diganti dengan meja makan panjang yang menjadi penghubung alami. Paduan material natural seperti kayu dan batu, ditambah pencahayaan kuat, menciptakan suasana hangat dan mengundang. Menariknya, open space belakang rumah juga bisa diperluas ke area ini.
4. Ruang Keluarga Double Volume
Plafon tinggi dengan jendela besar membuat ruang terasa menyatu dengan luar. Di sisi lain, tangga minimalis tanpa sekat menambah kesan dramatis. Ketinggian ekstra ini memberi ruang lega yang luar biasa walau luas lantai tak seberapa.
5. Mini Loft Open Concept
Lantai mezzanine menempatkan area tidur di atas, sementara area living berada di bawah dalam satu ruang yang menyatu. Sementara itu, efisiensi ruang vertikal menjadi solusi cerdas untuk lahan sempit. Tangga terbuka menghubungkan kedua level dengan elegan.
6. Outdoor-Indoor Living
Bukaan besar ke taman menciptakan transisi mulus antara dalam dan luar. Sliding door kaca menjadi batas yang bisa dibuka kapan saja. Adapun void rumah yang terhubung dengan taman memberi ventilasi maksimal sekaligus pemandangan hijau.
7. Entry-Foyer Terbuka
Area masuk langsung bergabung dengan ruang tengah dalam satu kesatuan. Alhasil, fungsi sirkulasi menjadi lebih efisien karena tidak ada lorong sempit yang memakan tempat. First impression yang terbuka dan lapang pun langsung terasa begitu Anda menginjakkan kaki di sini.
8. Pantry Multifungsi
Pantry kecil terintegrasi dengan bar dan meja kerja dalam satu garis. Optimalisasi ruang sempit lewat rumah open space kecil seperti ini sangat efektif sebab satu area bisa melayani tiga fungsi berbeda.
9. Living and Dining Corner
Sudut ruang difokuskan untuk dua fungsi utama dengan zonasi menggunakan lampu gantung, karpet, dan penempatan furniture yang tepat. Sementara itu, pencahayaan berbeda di tiap zona membantu membedakan fungsi walau tidak menggunakan dinding fisik.
10. Ruang Santai Terbuka
Area lounge dan media center yang menghadap ke taman memberi relaksasi maksimal. Pencahayaan silang dan sirkulasi udara yang baik dapat mengukuhkan ruang ini sebagai spot favorit keluarga di dalam rumah. Karena pada dasarnya rumah open space artinya Anda bebas menikmati tiap sudut dengan nyaman.
11. Open Vertical Space
Di sini, tangga terbuka menjadi elemen estetis sekaligus ruang sirkulasi. Absennya pagar sekat penuh menyatukan visual dari lantai dasar hingga atas. Desain vertikal seperti ini memberi dimensi ekstra pada hunian Anda.
Kesalahan Umum saat Membuat Rumah Open Space

Walaupun terkesan simpel, ada beberapa hal yang sering terlewat sehingga hasil akhir proyek ini kurang maksimal. Adapun kesalahan-kesalahan umum sewaktu membangun rumah open space adalah sebagai berikut:
- Terlalu banyak furniture besar sehingga ruang masih saja terasa sempit. Solusinya adalah menggunakan partisi ringan atau rak terbuka sebagai pembatas yang tidak masif.
- Pencahayaan buatan kurang direncanakan padahal zonasi pencahayaan penting untuk membedakan fungsi tiap area di malam hari.
- Noise atau suara kurang terkontrol karena tidak ada peredam. Untuk itu, material penyerap suara seperti karpet tebal atau panel akustik bisa membantu.
- Privasi kamar terganggu atau ventilasi kurang optimal akibat tata letak yang kurang strategis. Penempatan furniture tinggi atau tanaman bisa menjadi solusi alami.
Nah, terbukti bahwa rumah open space ampuh menciptakan hunian yang terasa lebih luas, nyaman, fungsional, dan modern. Konsep yang membuang sekat ini cocok bagi keluarga urban yang ingin memaksimalkan lahan terbatas.
Bangun Hunian Konsep Open Space Bersama Delution
DELUTION sendiri telah menguasai desain dan eksekusi open space dengan pendekatan personal yang memperhatikan kebutuhan tiap keluarga. Tertarik mewujudkan hunian seperti ini? Hubungi DELUTION untuk mendapatkan konsultasi desain gratis.
FAQ
Rumah open space itu seperti apa?
Rumah dengan tata ruang tanpa sekat pembatas yang membagi zona fungsi secara visual tapi tetap terbuka, seperti dapur yang menyatu dengan ruang makan dan ruang keluarga.
Cocokkah untuk rumah kecil?
Sangat cocok karena menghilangkan sekat menciptakan kesan ruang yang lebih luas meski ukuran fisik terbatas, ideal untuk hunian urban dengan lahan sempit.
Bagaimana membagi zonanya?
Gunakan elemen visual seperti perbedaan material lantai, karpet, pencahayaan berbeda, atau penempatan furniture secara strategis seperti sofa dan rak terbuka sebagai pembatas alami.
Apa kekurangannya?
Kontrol suara sulit, privasi berkurang, dan perlu perencanaan pencahayaan serta ventilasi yang matang agar tiap zona tetap nyaman.
Apakah Butuh arsitek untuk open space?
Sangat disarankan agar perencanaan zonasi, sirkulasi, pencahayaan, dan ventilasi optimal, terutama jika ingin hasil yang fungsional dan estetis sekaligus.
Referensi:
https://www.casedesign.com/inspiration/the-pros-and-cons-of-open-floor-plans
https://www.apartmenttherapy.com/open-concept-floor-plan-meaning-259931
https://urbaneer.com/blog/the_open_concept_space_plan_toronto_real_estate/