4 Ide Desain Rooftop Rumah yang Menarik dan Hal Penting Perlu Diperhatikan

📌 Suka konten desain rumah dari Delution?

Jadikan Delution Architect sumber pilihan Anda di Google, biar inspirasi arsitektur & desain rumah favorit lebih sering muncul di pencarian Anda.

Rooftop bisa menjadi ruang paling bernilai di rumah, sebagai tempat bersantai, berkebun, atau berkumpul bersama keluarga. Namun, area ini hanya nyaman dan aman jika dirancang dengan struktur yang tepat sejak awal. 

Karena itu, desain rooftop rumah perlu mempertimbangkan bukan hanya tampilan, tetapi juga fungsi, kekuatan dak, drainase, hingga waterproofing. Simak pembahasannya secara mendalam dalam artikel berikut. 

Apa Itu Rooftop dan Kenapa Banyak Diminati?

Apa itu rooftop rumah
Seorang anak sedang bermain bola di atas rooftop / From JDS Architects

Rooftop adalah area yang dapat ada di atas bangunan, biasanya berupa dak beton yang rancangannya berfungsi sebagai ruang terbuka. Berbeda dari dak biasa yang umumnya berfungsi sebagai penutup bangunan, rooftop dapat menjadi area aktif untuk berbagai kegiatan. 

Pemanfaatannya cukup beragam, seperti:

  • Area santai, dengan sofa outdoor, kursi, atau hammock.
  • Taman rumah, terutama ketika lahan di bawahnya terbatas.
  • Area jemur, yang tetap mendapatkan sinar matahari tanpa mengganggu area utama.
  • Tempat berkumpul keluarga, misalnya untuk makan malam atau menikmati pemandangan.

Rooftop juga dapat membantu memaksimalkan pemanfaatan lahan secara vertikal. Delution, misalnya, menerapkan rooftop garden pada beberapa proyek hunian untuk menghadirkan ruang hijau sekaligus memperluas area aktivitas keluarga.

Ide Desain Rooftop yang Bisa Disesuaikan dengan Gaya Rumah

Ide desain rooftop
Tangga naik ke atas bangunan dengan rooftop di atasnya / From Laurian Ghinitouiu

Beberapa desain ini bisa Anda jadikan referensi, antara lain: 

1. Rooftop dengan Tanaman Rambat

Rooftop dengan tanaman rambat
Beberapa orang sedang asyik menikmati waktu di atas rooftop / Foto Karya Delution STER House

Tanaman rambat dapat membuat rooftop terasa lebih teduh tanpa menutupi seluruh lantai. Tanaman rambat dapat menghiasi pergola, teralis, atau greenwall sekaligus menciptakan pembatas dan peneduh alami. 

Konsep ini cocok untuk rumah tropis karena vegetasi membantu menciptakan suasana yang lebih sejuk dan menyaring paparan sinar matahari. Delution juga menggunakan greenwall dan tanaman merambat sebagai bagian dari sirkulasi vertikal di STER House.

2. Rooftop Bata Ekspos dengan Pergola

Rooftop bata
Seorang lelaki sedang menikmati kopi sambil mengobrol / Rooftop Karya Delution

Bata ekspos memberikan karakter yang hangat dan natural. Padukan dengan pergola kayu atau besi untuk membentuk area duduk yang lebih terlindung dari sinar matahari.

Agar tidak terasa berat, gunakan bata hanya pada dinding tertentu sebagai focal point. Lantai berwarna netral dan furnitur sederhana dapat menjaga tampilan tetap modern.

3. Area Santai Minimalis

Rooftop
Seorang wanita sedang bermain dengan anjingnya di atas rooftop / Photo Maira Ayacaba

Rooftop tidak membutuhkan banyak elemen untuk terasa nyaman. Gunakan bangku built-in, meja kecil, karpet outdoor, dan beberapa tanaman dalam pot.

Pada area yang terbatas, pilih furnitur multifungsi dan sisakan jalur sirkulasi yang memadai. Prinsipnya sederhana: rooftop harus mendukung aktivitas, bukan penuh dengan dekorasi.

4. Pagar Pengaman Kaca atau Besi

Rooftop kaca
Beberapa anak sedang menaiki tangga menuju ke rooftop / Pict Shinkenchikusa

Pagar bukan sekadar elemen estetis. Rooftop memerlukan pembatas yang aman, terutama ketika anak-anak menggunakannya atau penghuni menjadikannya sebagai area berkumpul.

Kaca memberikan tampilan ringan dan tidak menghalangi pandangan, sedangkan besi lebih fleksibel untuk berbagai gaya rumah. Tinggi dan konstruksi pagar tetap harus mengikuti ketentuan keselamatan yang berlaku. 

Strategi desain teras urban juga menempatkan guardrail sebagai elemen penting untuk memastikan keamanan ruang di ketinggian.

Hal yang Wajib Anda Perhatikan sebelum Membangun Rooftop

Apa saja yang harus diperhatikan sebelum membangun rooftop
Beberapa orang tampak sedang bersantai menikmati waktu di atas rooftop / Trieu Chien

Kekuatan Struktur Dak Beton

Pondasi rooftop
Rooftop dengan tangga kecil dan pemandangan yang luas / Ander Hvvid

Tidak semua rumah secara otomatis siap menerima rooftop. Dak harus mampu menahan beban tambahan dari pengguna, furnitur, tanaman, pot, pergola, hingga air hujan.

Karena itu, periksa struktur bangunan sebelum melakukan renovasi. Jika membutuhkan penguatan, perhitungannya harus melibatkan tenaga profesional. Jangan menambahkan taman atau elemen berat hanya berdasarkan perkiraan visual.

Pelajari juga fondasi rumah untuk memahami bagaimana sistem struktur bangunan bekerja sejak awal.

Sistem Drainase

Sistem drainase rooftop
Seorang lelaki berdiri di atas rooftop sambil melihat pemandangan

Air adalah salah satu tantangan terbesar di rooftop. Permukaan dak membutuhkan kemiringan yang mengarahkan air menuju floor drain, talang, atau titik pembuangan.

Jangan biarkan air menggenang setelah hujan. Pastikan Anda dapat memeriksa dan membersihkan titik drainase dengan mudah agar daun atau kotoran tidak menyumbatnya. Sistem drainase yang baik menjadi bagian penting dalam menjaga rooftop tetap berfungsi dan mencegah masalah kelembapan.

Lapisan Waterproofing

Lapisan waterproofing rooftop
Rooftop dengan meja besar dan kursi untuk bersantai / Nguyễn Nhật Anh Chương

Waterproofing melindungi dak dari rembesan air yang dapat merusak lapisan bangunan di bawahnya. Material dapat berupa membran bakar, membran cair, atau sistem pelapis lainnya, sesuai dengan kondisi proyek.

Rencanakan waterproofing sejak awal, terutama pada area dengan planter, taman, atau titik sambungan. Pastikan setiap penetrasi untuk pagar, saluran air, dan elemen lainnya tetap menjaga lapisan kedap air dari risiko kerusakan.

Studi Kasus: Rooftop Karya Delution

Rooftop karya Delution
Rooftop garden dengan pergola hijau yang menghadirkan suasana asri dan nyaman pada area terbuka hunian.

Salah satu pendekatan menarik dapat dilihat pada STER House karya Delution di Jakarta. Proyek ini memanfaatkan ruang vertikal dengan menggabungkan greenwall, taman gantung, dan rooftop garden. Rooftop ditempatkan sebagai ruang hijau tambahan yang terhubung dengan aktivitas penghuni di lantai atas.

Pendekatan serupa terlihat pada TROW House. Rooftop garden memperluas aktivitas keluarga ke ruang terbuka sekaligus menghadirkan elemen hijau pada hunian dengan lahan terbatas.

Kedua proyek tersebut menunjukkan bahwa rooftop tidak harus menjadi ruang yang berdiri sendiri. Dengan perencanaan yang tepat, area ini dapat menjadi bagian dari alur rumah, memperkuat koneksi dengan alam, sekaligus menambah ruang aktivitas tanpa perlu memperluas tapak.

FAQ

Apakah semua rumah bisa dipasang rooftop?

Tidak selalu. Rumah harus memiliki struktur dak dan sistem bangunan yang mampu menanggung beban tambahan. Pemeriksaan struktur sebaiknya dilakukan sebelum pembangunan atau renovasi rooftop.

Berapa biaya tambahan untuk membangun rooftop?

Biayanya bergantung pada luas area, kondisi dak, kebutuhan penguatan struktur, waterproofing, drainase, pagar, lantai, tanaman, serta furnitur. Rooftop dengan taman atau pergola tentu membutuhkan anggaran lebih besar dibandingkan dengan area terbuka sederhana.

Bagaimana cara mencegah rooftop bocor?

Gunakan sistem waterproofing yang sesuai, pastikan kemiringan dak dan drainase berfungsi dengan baik, serta perhatikan setiap sambungan dan titik penetrasi. Lakukan pengujian sebelum lapisan akhir dipasang, serta lakukan pemeriksaan berkala.

Apakah rooftop garden membuat rumah lebih panas atau lebih sejuk?

Rooftop garden dapat membantu mengurangi paparan panas langsung pada permukaan atap dan menciptakan lingkungan yang lebih sejuk. Delution juga menerapkan ruang hijau vertikal dan rooftop garden sebagai bagian dari strategi pendinginan alami pada STER House.

Apa beda rooftop dan dak biasa?

Dak biasanya berfungsi sebagai penutup bangunan, sedangkan rooftop dirancang agar dapat digunakan sebagai ruang aktivitas. Karena itu, rooftop membutuhkan pertimbangan tambahan seperti akses, keselamatan, finishing, drainase, waterproofing, dan kapasitas struktur.

Penutup

Pada akhirnya, desain rooftop rumah yang baik bukan hanya terlihat menarik dari foto. Rooftop harus aman, mudah dirawat, memiliki drainase yang baik, dan terlindungi dari kebocoran. 

Jika Anda ingin mengubah dak menjadi ruang favorit keluarga, mulailah dari kebutuhan dan kondisi struktur rumah, lalu wujudkan desainnya bersama arsitek agar setiap meter di atas rumah benar-benar bekerja untuk Anda.

Punya rooftop yang belum dimanfaatkan? Saatnya mengubahnya menjadi ruang yang memiliki fungsi dan karakter yang jelas. Bersama Delution, setiap detail dapat dirancang sesuai kebutuhan rumah, mulai dari struktur hingga estetika. Konsultasikan ide Anda dan wujudkan rooftop yang bukan sekadar cantik, tetapi nyaman, aman, dan benar-benar digunakan setiap hari.

Artikel Lainnya

Rumah Hijau: Ciri-Ciri dan Cara Menerapkan Prinsipnya di Rumah Modern
17Sep

Rumah Hijau: Ciri-Ciri dan Cara Menerapkan Prinsipnya di Rumah Modern

Menerapkan prinsip rumah hijau tidak selalu berarti membangun dari nol…

9 Elemen Desain Rumah untuk Hari Tua yang Nyaman
16Sep

9 Elemen Desain Rumah untuk Hari Tua yang Nyaman

Rumah untuk hari tua seharusnya tidak terasa seperti fasilitas kesehatan.…

Tata Letak Ruang Rumah: Panduan Zonasi & Denah Idea
10Sep

Tata Letak Ruang Rumah: Panduan Zonasi & Denah Idea

Rumah yang nyaman bukan hanya soal luas, tetapi juga bagaimana…