The Wind Strips

view gallery

The house which located in maleo 7 Bintaro originated from a gradual renovation process. Without many changes to the structure of the house, the architect did some architectural strategy and add more spaces for the needs of client itself. The styleof the house converted from a tropical style into a modern contemporer style by utilizing Nako glass and implemented with a different look and technic. The architect chose that specific material because Nako glass can be open and close easily so that optimal air will divert into the house. The Nako glass punctuated with clear glass and reyband giving the sense of lights and become a unique house facade. The downstairs area of the house optimized into an open park and into the outdoor communal area for the occupants of the house. Architect cultivate a garden complete with a pond, rocks and a concrete chairs for interacting facilities. Changes in this park as well as make the concept of this house without a fence and open to anyone who passes by, given its location at the edge of a fairly secure complex. Concrete pots planted with plants help provide a fresh impression in this house.

Rumah yang terletak di Maleo 7 Bintaro ini berawal dari sebuah renovasi tumbuh yang dilakukan bertahap. Tanpa banyak mengubah struktur rumah, arsitek melakukan beberapa bedak arsitektural dan menambah ruang yang menjadi kebutuhan dari klient itu sendiri. Gaya Rumah diubah dari gaya tropis menjadi modern contemporer dengan memanfaatkan kaca nako yang diimplementasikan dengan tampilan dan teknis yang berbeda. Material nako dipilih karna dapat dibuka tutup sehingga dapat menjadi pengalir udara yang optimal ke dalam rumah. Kaca nako tersebut diselang-selingkan dengan kaca bening dan reyband sehingga menimbulkan permainan cahaya dan menjadi fasade rumah yang unik. Area bawah dioptimalkan menjadi taman terbuka serta menjadi outdoor communal area bagi penghuni rumah tersebut. Arsitek mengolah taman lengkap dengan kolam, bebatuan serta satu buah kursi beton sebagai fasilitas berinteraksi. Perubahan taman ini sekaligus menjadikan konsep rumah ini tanpa pagar dan open kepada siapapun yang melewatinya, mengingat lokasinya yang berada di ujung sebuah komplek yang cukup secure. Pot-pot beton yang ditanami tanaman ikut memberikan kesan segar pada rumah ini.

Architect :
Delution Architect

Principal Architect :
Muhammad Egha ST
Hezby Ryandi ST
Sunjaya Askaria ST

Project Architect :
Muhammad Egha ST

Project Type :
Residential

Client :
Elfi Muchtar

Location :
Bintaro 9 , Tangerang, Indonesia

Status :
80% Finish

Site Area :
183m2

Building Area :
221m2

Year
2014


Bintaro 9, Tangerang, Indonesia 2014