Rest Area Mosque

view gallery

Rest Area Mosque is a renovation project located on the Rest Area of the 14th km of Jakarta-Merak highway. The architects were demanded to maintain the existing dome while improving the overall look of the whole building.

The mosque’s basic concept is extracted from MASHRABIYA, a concept commonly applied in Middle Eastern mosques. Apart from its authenticity, MASHRABIYA panels also solve site architectural problems. The panels maximize aerial system without any air-conditioning agents such as Air Conditioner or fan. The panel walls are then also known as the breathing walls. MASHRABIYA patterns are also implemented on the ceiling, podium, signage and the mosque’s façade.

The implementation of white tone represents holiness which is largely related to the core philosophy of a mosque visit; that every person entering and leaving the mosque for praying will regain his or her holiness. Surrounding the mosque is a water trail placed between the building and the base to create an illusion of a floating mosque.

Rest Area Mosque merupakan proyek renovasi yang terletak di Rest Area km 14 tol Jakarta-Merak. Pada proyek renovasi ini, arsitek dituntut untuk mempertahankan kubah yang sudah ada dan membuat mesjid agar terlihat lebih megah dan bagus dari bangunan eksistingnya.

Konsep dasar mesjid ini diambil dari panel MASHRABIYA yang biasanya banyak digunakan pada mesjid di Timur Tengah. Selain otentik, panel MASHRABIYA juga dapat memecahkan permasalah asristektural pada bagian site, yang dapat memaksimalkan penghawaan tanpa menggunakan alat pendingin seperti ac atau kipas angin. Sehinnga dinding panel ini juga dapat disebut breathing wall. Penggunaan pola MASHARABIYA juga diterapkan pada plafond, mimbar, signage dan tentunya juga pada facade dari mesjid ini.

Penggunaan tone putih juga digunakan untuk merepresentasikan kesucian, karena filosofinya adalah agar setiap orang yang datang dan keluar dari mesjid ini untuk beribadah, diharapkan menjadi kembali suci. Disekeliling mesjid juga dibuat tali air antara bangunan dengan tapak, agar mesjid terlihat floating.

Architect :
Delution Architect

Principal Architect :
Muhammad Egha ST
Hezby Ryandi ST
Sunjaya Askaria ST
Fahmy Desrizal ST


Project Type :
Religious

Client :
Devi Arnitawati

Location :
Rest Area KM 14

Site Area :
458m2

Year
2015


Rest Area KM 14, Tol Jakarta-Merak, Indonesia 2015