Gradia Art Gallery

VIEW GALLERY

The main concept applied in this gallery is semi industrial concept where the materials used are unfinished materials with a spacious concept on the layout. As its function is as a gallery, the wall elements are designed to be less eye catching because the centers of attention should be only the paintings. The wall element used clean white kamprot thus paintings of any type and color will stand out in this wall. In some parts in the middle of the room, the paintings are hung using black iron pieces covered by white fin GRC kamprot in a hanging formation.

For the sake of flexibility in space, the room is designed to be able to be reformatted and rearranged by the users. Attached to the ceilings are triangle elements from unfinished wood/planks. This element acts as a layering before the main ceiling that is exposed and covered in black paint. This triangle element continues until the walls in the lobby area thus in this area the walls are made of the same materials as the ceilings. The inner part is decorated with mirrors; unfinished wood planks and exposed thus there is an exciting combination of elements. The wall uses black coarse patterned tiles using nuting aluminum stainless to embolden the industrial elements.

Konsep utama yang diaplikasikan pada gallery ini adalah semi industrial, dimana material yang digunakan adalah material-material unfinished dengan konsep yang cukup lapang pada layoutnya. Dikarenakan fungsinya yang sebagai gallery sehingga elemen tembok dibikin tidak terlalu mencolok karna elemen yang mecolok diharuskan adalah lukisan itu sendiri. Untuk elemen dindingnnya menggunakan material kamprot putih bersih sehingga lukisan model dan warna apapun dapat tampil mencolok di dinding ini.

Pada beberapa bagian yang ditengah ruang, elemen penggantung lukisannya dibuat dari besi cat hitam yang ditutup oleh GRC fin kamprot putih, dengan teknis pemasangan elemennya menggantung. Sehingga sewaktu-waktu dapat dipindah sesuai dengan kebutuhan pengguna, pengalaman ruang yang terciptapun jadi beragam dan berbeda tergantung pengguna menyusun elemen ini.

Pada bagian plafond diterapkan elemen segitiga siku dari material kayu/triplek mentah yang dibiarkan begitu saja tanpa finishing apapun. Sehingga elemen ini menjadi semacam layering sebelum menyentuh plafond utama yang diexposed begitu saja dengan cat hitam. Elemen segitiga ini juga menerus hingga ke bagian dinding yang terletak di area lobby sehingga untuk area lobby bagian dindingnnya juga terbuat dari elemen yang sama seperti pada plafond. Bagian dalamnya dipasangkan bermacam jenis dari cermin, triplek mentah, hingga dibiarkan bolong sehingga terjadi kombinasi elemen yang menyenangkan. Pada bagian lantai menggunakan keramik bermotif hitam kasar sebagai penegas elemen industrialnya dengan menggunakan nuting stainless alumunium.

Architect :
Delution Architect

Principal Architect :
Muhammad Egha ST
Sunjaya Askaria ST
Hezby Ryandi ST
Fahmy Desrizal ST

Project Type :
Interior Commercial

Client :
PT Bumi Persona Bersama

Location :
Deplu, Jakarta Selatan, Indonesia

Area :
75m2

Project Year :
2014


Deplu, Jakarta Selatan, Indonesia 2014