Freehouse Concept on Tabloid RUMAH

Published by Tabloid RUMAH Magazine, on January 2015 Edition

Glass Block House – Perluas Visual dan Maksimalkan Ruang

Paradigma mengenai rumah dengan ruang/ luasan terbatas berubah oleh penerapan konsep open layout dan penggunaan material transparan. Desain rumah sederhana yang luas bangunannya kurang dari 100m² ini memaksimalkan visual penghuni. Glass block diaplikasikan padaarea depan sebagai terusan visual kearah ruang luar atau jalan di depan rumah. Bagian belakang rumah jugadimaksimalkan dengan penggunaan pintu geser kaca ke arah tamanyang tidak terlalu besar. Pintu kacaberfungsi sebagai perluasan visual,pencahayaan, dan penghawaan alami. Ruang tamu difungsikan sebagai ruang keluarga, menjadi jawaban atas kebutuhan penghuni yang suka berkumpul dan bertemu keluarga besar. Keterbatasan ruang disiasati
dengan bangku kecil atau puff. Bangku-bangku ini dapat disimpan di bawah sofa panjang dan meja makan untuk menghemat ruang. Apabila dikeluarkan menjadi kursi atau bangku yang cukup banyak dan ketika tidak digunakan dapat disimpan sehingga ruang menjadi luas. Kamar tidur dan ruang privat lainnya sengaja diletakkan di lantai 2 rumah agar lantai 1 maksimal digunakan untuk ruang bersama (publik), mengakomodasi kesukaan pemilik yang suka berkumpul dengan keluarga besarnya.

Material
Material fasad menggunakan komposisi boks hitam (acian mentah warna gelap dengan tekstur tidak halus) dan boks putih dengan cat putih biasa. Material glass block yang cukup banyak digunakan sebagai point of interest dari bangunan ini. Sedangkan sentuhan kayu pada bagian pagar dan taman depan digunakan sebagai pemanis
fasad. Untuk ruang tamu yang juga difungsikan sebagai ruang keluarga, arsitek bermain simpel. Ruang yang cukup kecil menjadi alasan arsitek tak menggunakan ornamen atau finishing yang berlebihan sehingga tak menjadikan kesan ruang menjadi sempit. Karenanya, material yang digunakan di ruang ini hanya acian mentah dengan pola garis tanpa finishing. Di beberapa bagian menerapkan dinding putih biasa. Sebagai pemanis plafon dan furnitur dipilih motif kayu.

Tip
Setidaknya ada 3 tip yang diaplikasikan sang arsitek untuk bangunan mungil ini. Pertama, konsep open layout untuk meminimalisasi sekat. Kedua,
bukaan dibuat luas dengan penempatan ke arah luar ruangan untuk memperluas visual dan menjadi sumber pencahayaan dan pengudaraan yang lebih baik. Ketiga, furnitur dibuat secara custom dan mengoptimalkan desain yang menghemat ruang dan ukuran sesuai kebutuhan.

Profile
Muhammad Egha, adalah finalis Sayembara Desain Rumah yang diselenggarakan oleh Tabloid RUMAH tahun 2009 dan 2010. Lulusan Arsitektur di Universitas Bina Nusantara tahun 2012 ini merintis kiprahnya sebagai arsitek sejak sebelum lulus kuliah. Setelah mencapai gelar sarjananya, berbagai proyek dikerjakan dan mengantarkannya mendirikan Delution Design Revolution pada 2013 bersama kedua rekan se-almamaternya, Sunjaya Askaria dan Hezby Ryandi.