BBDO Office on Griya Asri Magazine

Published by Griya Asri Magazine, on  October 2015 Edition

MENGGUGAH KREATIVITAS

Penulis Hafidh Aditama
Fotografer Fernando Gomulya
Sentuhan karakter modern kontemporer yang berpadu dengan nuansa industrial menjadikan interior kantor ini tampil atraktif. Pendekatan desain berbasis kreativitas sangat cocok diterapkan pada perusahaan yang bergerak di industri kreatif ini. Konsep hemat energi juga merupakan salah satu nilai lebih yang disuguhkan oleh sang desainer.
Kantor perusahaan biro periklanan internasional yang diliput Griya Asri ini menempati satu lantai di sebuah gedung perkantoran di kawasan Gatot Subroto, Jakarta. Area seluas 950 m2 ini dirancang untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan akan ruang dan berbagai aktivitas di kantor tersebut seperti lobi, area komunal, area kerja staf dan high staff, ruang direksi dan ruang CEO, serta area meeting. Delution Architect, desainer interior kantor ini, menggunakan tiga pendekatan dalam rancangannya yaitu green interior design, user behavior, dan branding identity.
Pendekatan desain pertama yaitu green interior design yang mengarah pada penerapan desain interior ruangan yang hemat energi. Prinsip ini terwujud melalui layouting plan yang terbuka. Desainer meminimalkan penggunaan sekat-sekat untuk memaksimalkan masuknya cahaya alami pada siang hari ke seluruh area kantor. Kalaupun menggunakan sekat, desainer lebih menggunakan sekat semi-terbuka yang tetap memungkinkan cahaya masuk ke dalam ruangan. Penerapan green interior design juga diwujudkan melalui penggunaan lampu-lampu LED yang hemat energi.
Pendekatan desain kedua adalah user behavior yang memperhatikan perilaku pengguna kantor ini. Sebagai sebuah biro periklanan, para karyawan yang bekerja di kantor ini umumnya lebih menyukai sesuatu yang tampil beda dan bersifat informal. Mereka juga gemar melakukan berbagai aktivitas yang unik untuk merangsang ide-ide kreatif. Sang desainer merespons karakter pengguna kantor dengan desain yang atraktif melalui penyelesaian detail yang tidak biasa. Beberapa aplikasi desain yang tidak biasa tersebut diantaranya terlihat dari desain lampu gelombang (waving lamps) di area lobi atau desain lampu labirin (maze lamps) di area kerja. Kebiasaan karyawan untuk melakukan diskusi informal difasilitasi dengan adanya ruang meeting ala Jepang atau deretan puff di area komunal yang dapat diatur sesuka hati mereka untuk tempat meeting group. Di kantor ini juga tersedia tembok khusus berlapis kaca hitam sebagai wadah untuk tempat corat-codet karyawan yang ingin menuangkan ide mereka.
Pendekatan desain ketiga yaitu branding identity juga merupakan sesuatu yang diperhatikan dalam rancangan interior kantor ini. Melalui pendekatan desain ini, desainer ingin lebih menampilkan corporate image dari perusahaan tersebut sebagai wujud kebanggaan seluruh karyawannya. Selain logo perusahaan yang terpampang di dinding area lobi, desainer juga banyak menerapkan warna merah sebagai corporate color. Slogan perusahaan yang selalu muncul di setiap kantor perusahaan ini, juga ditampilkan secara atraktif di area komunal. Desainer juga menerapkan elemen dekoratif unik di meja resepsionis yang tersusun dari 64 alat cap batik (batik stamp) bekas berbahan besi, yang diperoleh langsung dari pengrajin batik di Jawa Tengah. Elemen batik tersebut merupakan pride tersendiri bagi kantor representatif di Indonesia yang membedakan dengan kantor serupa di negara lain.
  1. Deretan lampu TL panjang disusun atraktif dengan model gelombang (waving lamps) sebagai salah satu upaya membentuk citra sebuah kantor informal di area penerima (lobi).
  2. Ornamen meja resepsionis disusun dari 64 alat cap batik bekas berbahan besi. Variasi motif batik membentuk estetika yang menarik. Elemen ini sekaligus merupakan bagian dari ciri khas dari kantor representatif di Indonesia.
  3. Slogan perusahaan terpampang di dinding hidden board room yang dilapis dengan kaca dan kayu-kayu yang disusun acak. Di depannya terdapat area komunal dengan beberapa puff yang dapat disusun secara customized untuk tempat meeting group.
  4. Hidden board room sebagai ruang meeting privat memiliki pintu yang tersamar dengan treatment dinding, tempat memajang slogan perusahaan.
  5. Interior hidden board room tampil unik dengan treatment plafon berwujud kisi-kisi yang di antaranya ditempatkan lampu-lampu yang disusun acak.
  6. Karakter informal ruang meeting semiprivat tampak dari tempat duduk model puff, papan tulis dari kaca hitam, dan lampu-lampu berbentuk kubus yang disusun secara acak dengan ukuran yang tidak sama.
  7. Di sudut-sudut area kerja ditempatkan ruang meeting terbuka dengan menerapkan konsep meja ala Jepang. Desainer juga menyediakan dinding berlapis kaca hitam sebagai tempat corat-coret karyawan untuk menuangkan ide.
  8. Area kerja staf dirancang tanpa sekat untuk memaksimalkan masuknya cahaya alami ke dalam. Karakter industrial tampak pada plafon yang mengekspos jaringan utilitas. Area ini juga dilengkapi dengan lampulampu yang disusun unik membentuk labirin (maze lamps).
  9. Di beberapa sudut area kantor ditempatkan box room untuk ruang executive director dan ruang CEO. Desain seperti ini memberi privasi khusus bagi para petinggi perusahaan dengan tetap mengakomodasi keterbukaan ruang.
  10. Area kerja untuk high staff dibatasi dengan rak storage pendek. Unit-unit storage yang terbuat dari kayu ini dapat dilepas dari rangka besi untuk digunakan sebagai tempat duduk bagi staf yang ingin berkonsultasi.
  11. Penataan interior box roomdisesuaikan dengan karakter penggunanya. Terlihat perbedaan karakter antara interior ruang executive director yang lebih casual dan interior ruang CEO yang lebih mature.

Lokasi Kantor

BBDO Indonesia – Jakarta
Desainer Interior

Delution Architect
Principal Designer

Muhammad Egha, Hezby Ryandi, Sunjaya Azkaria, Fahmy Desrizal
Staff Table Designer

MISC Indonesia
Kontraktor

Conclution Construction